Perbedaan Telnet dan SSH

Layanan remote login adalah layanan yang mengacu pada program atau protokol yang menyediakan fungsi yang memungkinkan seorang pengguna internet untuk mengakses (login) ke sebuah terminal (remote host) dalam lingkungan jaringan internet. Dengan memanfaatkan remote login, seorang pengguna internet dapat mengoperasikan sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik berhadapan dengan host bersangkutan. Dari sana ia dapat melakukan pemeliharaan (maintenance), menjalankan sebuah program atau malahan menginstall program baru di remote host. Protokol yang umum digunakan untuk keperluan remote login adalah Telnet. Namun demikian, penggunaan remote login Telnet, sebenarnya mengandung resiko, terutama dari tangan-tangan jahil yang banyak berkeliaran di internet. Untuk memperkecil resiko ini, maka telah dikembangkan protocolSSH (secure shell) untuk menggantikan Telnet dalam melakukan remote login.

Telnet (Telecommunication network) adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan pada Internet atau Local Area Network untuk menyediakan fasilitas komunikasi berbasis teks interaksi dua arah yang menggunakan koneksi virtual terminal. TELNET dikembangkan pada 1969 dan distandarisasi sebagai IETF STD 8, salah satu standar Internet pertama. TELNET memiliki beberapa keterbatasan yang dianggap sebagai risiko keamanan.
Telnet merupakan sebuah aplikasi untuk mengakses / meremote sebuah mesin, standar port telnet adalah 23. Otentikasi ke mesin server, kemudiankita akan mendapatkan shell mesin yang dituju dan dapat menjalankan perintah seperti halnya berada di depan mesin tersebut. Telnet memilikikelemahan yang bisa dikatakan cukup besar, yakni mentransmisikan data dengan modus clear teks. Cukup mudah sekali untuk menangkap paket-paket yang ditransmisikan telnet, dan tidak perlu didekrip.

SSH (secure shell) sama halnya dengan telnet, digunakan untuk memasuki mesin jaringan, namun SSH mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya adalah dapat digunakan untuk mengkopi file secara terenkrip. Hal tersebutmerupakan kelebihan dari ssh, sebelum paket ditransmisikan maka paket akan dienkrip terlebih dahulu. Proses itupun dilakukan oleh kedua pihak, klien dan server.

Gambar Cara kerja TELNET dan SSH
Pada gambar tersebut dapat dilihat SSH memberikan alternatif yang secure terhadap remote session tradisional dan file transfer protocol seperti telnet dan relogin. Protokol SSH mendukung otentikasi terhadap remote host, yang dengan demikian meminimalkan ancaman pemalsuan identitas client lewat IP address spoofing maupun manipulasi DNS. Aplikasi seperti Telnet tidak menggunakan enkripsi sedangkan SSH dilengkapi dengan enkripsi.
Oleh sebab itu SSH dapat memberi keamanan yang lebih daripada Telnet atau rlogin. Banyak orang menggunakan Telnet sebagai aplikasi jaringan mereka. Sebenarnya hal tersebut kurang begitu aman sebab dalam proses mengirim atau menerima data memungkinkan sesion kita terlihat dalambentuk text. Sehingga orang yang jahil yang masuk ke network kita dapat mengetahui username, password, atau perintah-perintah yang kita baca.
0

Cara Install SSH dan SSH Tanpa Password

Cara Install SSH

  1. Lakukan install SSH dengan perintah apt-get install ssh 
  2. Buka wireshark pada terminal server
  3. Lakukan SSH pada terminal server terhadap client dengan perintah ssh student@10.252.108.141
  4.  Cek pada wireshark dengan filter SSH
  5.  Jika wireshark sudah terdapat track paket data antara client dan server maka SSH berhasil.
Instal SSH tanpa password

  1. Setelah menginstall SSH, lakukan ssh-keygen
  2. Setelah itu lakukan perintah ssh-copy-id –i /home/student/.ssh/id_rsa.pub student@10.252.108.141
  3. Lakukan SSH terhadap client pada terminal server dengan perintah ssh student@10.252.108.141 maka otomatis login tanpa password 

Analisa : Inilah kelebihan dari ssh. Informasi yang dikirimkan dienkripsi. Tulisan berwarna biru berasal dari server, sedangkan yang berwarna merah berasal dari client. Tetapi karena dienkripsi sehingga tidak dapat diketahui username dan passwordnya.
0

Cara Install Telnet di Linux


Cara Install Telnet
  1. Lakukan network connection pada vmware mejadi Bridged
  2. Cek IP Client pada terminal vmware dengan ifconfig
  3. Lakukan apt-get update
  4. Install telnet dengan perintah apt-get install telnetd
  5. Lakukan cek TCP dan UDP pada port 23 dengan perintah netstat – tuplen | grep 23
  6. Pada terminal pada server buka wireshark
  7. Lalu lakukan telnet pada terminal server terhadap client dengan telnet 10.252.108.141
  8. Cek pada wireshark dengan filter telnet
  9. Jika pada wireshark muncul track paket data yang dikirim antara client dan server maka telnet berhasil
  10. Lakukan exit telnetd
Analisa:
Inilah kelemahan telnet. Informasi yang dikirimkan tidak dienkripsi. Tulisan berwarna biru berasal dari server, sedangkan yang berwarna merah berasal dari client. Sehingga dapat diketahui bahwa username student memiliki password student.
0

Arti Perintah Linux netstat-tuplen | grep 23

Perintah Linux netstat-tuplen | grep 23 digunakan untuk memeriksa proses listen pada TCP atau UDP pada port 23.
Akan muncul kolom berisikan status berupa tulisan dan angka di beberapa kolom antara lain : proto, Recv-Q, Send-Q, Local Address, Foreign Address, State, User, Inode, PID/Program name.
Proto :  adalah protocol yang digunakan. Ada tcp dan udp untuk IPv4, serta tcp6 untuk IPv6 dan udp6 untuk IPv6.
Recv-Q : Jumlah (bytes) data yang berada di socket buffer dan belum diambil oleh aplikasi yang terhubung ke socket ini.
Send-Q : Jumlah (bytes) data aplikasi yang telah diberikan kepada transport, namun belum diakui oleh host tujuan (penerima).
Local Address : IP yang digunakan untuk aplikasi yang sedang berjalan dan menentukan network mana yang boleh terhubung ke aplikasi (IP yang digunakan untuk menerima request dari client).
Foreign Address : IP address komputer yang terhubung dengan aplikasi tersebut
State : Keadaan dari socket, karena tidak ada state di raw mode dan biasanya juga tidak ada state yang digunakan di UDP, maka kolom ini bisa jadi kosong. Namun secara umum ada beberapa jenis keadaan (state) dari socket.
Antara lain yang sering ditemui :
LISTEN : Socket sudah aktif dan menunggu koneksi yang datang.
ESTABLISHED : Socket tersebut memiliki sebuah koneksi yang sedang aktif.
CLOSE_WAIT : Koneksi dari host tujuan telah terputus, namun socket masih menunggu untuk mengakhiri koneksinya.
TIME_WAIT : Socket telah terputus dan menunggu paketnya yang masih ada di jaringan.
CLOSE : Socket sudah tidak digunakan.
Selain di atas, ada juga state yang lain seperti : SYN_SENT, SYN_RECV, FIN_WAIT1, FIN_WAIT2, LAST_ACK, CLOSING, UNKNOWN.
User : User yang bertanggung jawab dan berhak atas socket tersebut. Inode : sebuah nomor yang merujuk pada inode table, di sana kita bisa melihat beberapa informasi seperti : File types, Permissions, UID, GID, FileSize, Time stamps, Location of file on harddisk, dll.
PID/Program name : Process ID dan nama aplikasi yang membuat socket tersebut.
0

Network Connection Adapter pada VMware

Pada Network Connection Adapter settings di VMware terdapat macam-macam tipe antaralain:
Bridged :
Mengkonfigurasi sambungan jaringan bridge untuk mesin virtual. Dengan jaringan bridge, mesin virtual memiliki akses langsung ke jaringan Ethernet eksternal. Mesin virtual harus memiliki alamat IP sendiri pada jaringan eksternal.
Jika sistem host Anda berada pada suatu jaringan dan Anda memiliki alamat IP yang terpisah untuk mesin virtual Anda (atau bisa mendapatkan alamat IP dari server DHCP), pilih pengaturan ini. komputer lain pada jaringan maka dapat berkomunikasi langsung dengan mesin virtual.
NAT :
Mengkonfigurasi sambungan NAT untuk mesin virtual. Dengan NAT, mesin virtual dan sistem host berbagi identitas jaringan tunggal yang tidak terlihat di luar jaringan.
Pilih NAT jika Anda tidak memiliki alamat IP yang terpisah untuk mesin virtual, tetapi Anda ingin dapat terhubung ke Internet.
Host-only :
Mengkonfigurasi sambungan jaringan host-hanya untuk mesin virtual. Host-only networking menyediakan koneksi jaringan antara mesin virtual dan sistem host, menggunakan adapter jaringan virtual yang terlihat oleh sistem operasi host.
Dengan jaringan host-only, mesin virtual dapat berkomunikasi hanya dengan sistem host dan mesin virtual lainnya dalam jaringan host-only. Pilih host-satunya jaringan untuk mendirikan sebuah jaringan virtual yang terisolasi.
0

Perbedaan Sudo dan Su di Linux

su adalah super user dan dikhususkan untuk anakan ubuntu dan perintah ini termaksuk perintah command-line. karena dengan perintah superuser ini user dapat dengan mudah menguasai masalah ataupun perintan pada terminal

sudo adalah program yang terdapat di linux yang digunakan untuk menjalankan perintah yang membutuhkan akses dari akun root .Sudo hanya dapat digunakan oleh user yang sudah terdaftar di file /etc/sudoers.Pada saat dijalankan sudo akan meminta password user yang menjalankan sudo tersebut, tetapi bisa juga dibuat untuk meminta password root atau tanpa password sama sekali. Secara default password yang dimasukkan tadi akan disimpan selama 15 menit dan 15 menit kedepan anda akan diminta memasukan password lagi.

sudo su adalah sebuah perintah dalam command-line Linux. Apabila kalian memiliki akses root, maka sudo akan melakukan perintah sebagai superuser "sudo su" memberikan kewenangan agar user biasa dapat bertingkah seperti super user (sudo --> super user do) sehingga user biasa pun dapat leluasa "menguasai sistem". dan perintah ini berlaku sampai kita yang menutup terminal, tidak seperti perintah pada sudo.
Dan perintah ini dikhususkan untuk ubuntu dan perintah ini universal maksudnya perintah ini umum dalam mencakup perintah dalam terminal dan kita akan lihat perbedan kedua tampilan perintah tersebut.
0

Manajemen User di Linux

Dalam sistem operasi linux juga diperlukan yang namanya manajemen user dan grup. Bayangkan jika dalam suatu perusahaan yang mempunyai ratusan karyawan dan mempunyai beberapa divisi didalamnya. Tentunya manajemen sangat diperlukan untuk hal ini agar lebih mudah dalam mengontrolnya apabila ada karyawan yang ingin membuat akun baru, mengganti password, atau ada karyawan yang resign dan akunnya mesti dihapus.

Dengan adanya manajemen user dan group ini jadinya akan lebih mudah dalam membagi setiap akun user pada tiap-tiap grup menurut divisinya masing masing. Dan juga mengatur hak kepemilikan file pada tiap-tiap user menurut grupnya masing-masing. Dalam pembahasan ini akan dijelaskan bagaimana membuat, memodifikasi, serta menghapus user dan grup di linux.

Manajemen User

Untuk melihat daftar user bisa dilihat didalam file /etc/passwd, didalamnya terdapat beberapa informasi mengenai username, password, user ID, group ID, deskripsi, direktori home, dan shell yang digunakan user tersebut, yang dipisahkan dengan tanda “:” (titik dua) pada setiap barisnya.

Berikut contoh dengan username root yang ada dalam file /etc/passwd.

root:x:0:0:root:/root:/bin/bash

· username = nama user yang digunakan untuk login kedalam sistem

· password = berisi password yang dienkripsi (huruf x menunjukan bila menggunakan shadow password yang dalam file /etc/shadow)

· user ID = angka unik yang dimiliki oleh setiap user

· group ID = angka unik yang dimilik oleh setiap grup, dimana tiap user bisa masuk dalam salah satu – grup tersebut

· direktori home = path absolut untuk direktori home dari setiap user

· shell = program yang otomatis dijalankan setiap user login kedalam sistem (command interpreter)

Membuat user

Untuk membuat user di linux kita bisa menggunakan perintah useradd dan adduser. Bedanya dari kedua perintah tersebut adalah useradd itu manual sedangkan adduser itu otomatis dalam membuat user. Untuk lebih jelasnya lihat dibawah ini:

1. useradd

# useradd john -m -d /home/john -s /bin/bash

disini password untuk user john belom diatur, untuk mengaturnya jalankan perintah dibawah ini lalu ketik password untuk user john.

# passwd john

output :

Enter new UNIX password:

Retype new UNIX password:

passwd: password updated successfully

2. adduser

# adduser billy

output:

Adding user `billy' ...

Adding new group `billy' (1003) ...

Adding new user `billy' (1003) with group `billy' ...

Creating home directory `/home/billy' ...

Copying files from `/etc/skel' ...

Enter new UNIX password:

Retype new UNIX password:

passwd: password updated successfully

Changing the user information for billy

Enter the new value, or press ENTER for the default

Full Name []:

Room Number []:

Work Phone []:

Home Phone []:

Other []:

Is the information correct? [Y/n] Y

Bisa dilihatkan perbedaan dari kedua perintah tersebut.

Modifikasi user

Untuk memodfikasi user kita bisa menggunakan perintah usermod. Berikut contohnya:

# usermod john -a -G mysql

# usermod billy -a -G ftp

Perintah diatas maksudnya adalah memasukan user john kedalam grup mysql dan user billy kedalam grup ftp.

Menghapus user

Ada 2 perintah untuk menghapus user di linux, yaitu userdel dan deluser.

1. userdel

# userdel -f john

file konfigurasi untuk userdel terletak didalam /etc/login.defs , dengan opsi -f perintah diatas akan menghapus user meskipun user dalam keadaan terkoneksi kedalam sistem.

2. deluser

# deluser billy

file konfigurasi untuk deluser terletak didalam /etc/deluser.conf , perintah diatas akan menghapus user tetapi direktori home, mail, dan file lainnya tidak terhapus. Ada beberapa opsi untuk perintah ini diantaranya:

–backup = melakukan backup untuk semua file yang dimiliki user tersebut
–backup-to = melakukan backup dengan spesifikasi tempat menyimpannya, default penyimpanan di direktori home
–remove-home = remove the user home
–remove-all-file = menghapus semua file yang dimilik oleh semua user tersebut
–group = menghapus user dari dalam suatu grup
–system = mengahapus user dan grup yang ada dalam sistem
–conf = digunakan dengan file konfigurasi yang terletak di /etc/deluser.conf dan /etc/adduser.conf

Manajemen Grup

Daftar grup yang terdapat di linux bisa dilihat dalam /etc/group , didalamnya terdapat informasi ada grup apa saja yang terdapat pada sistem.

Membuat grup

Untuk membuat grup menggunakan perintah addgroup.

# addgroup marketing

Menghapus grup

Untuk menghapus grup menggunakan perintah delgroup.

# delgroup marketing
0

Proses Cara Booting Komputer

Langkah awal dalam mengoperasikan komputer adalah proses booting. Proses booting adalah suatu proses yang terjadi pada saat seseorang menghidupkan komputer, dimana masuknya arus listrik ke dalam peralatan komputer dan kemudian sistem memeriksa ada atau tidaknya perangkat keras (hardware) yang terhubung pada komputer, agar komputer dapat berkomunikasi dengan pengguna (user).
Tahap awal pada proses booting yang dilakukan oleh sistem operasi adalah bootsrap loader. Bootsrap loader adalah aplikasi pertama yang dijalankan BIOS sesaat setelah booting. Bootloader akan meload kernel yang menjalankan sistem operasi, serta bertujuan untuk melacak semua alat input dan alat output yang terpasang atau terhubung pada komputer.. Dalam beberapa sistem, terdapat bootloader yang berbeda. Bootloader Windows, berbeda dengan Bootloader Linux, Berbeda juga dengan bootloader BSD.

Secara umum, gambaran tahapan-tahapan yang terjadi pada proses booting adalah sebagai berikut:

  1. Saat komputer dihidupkan, memorinya masih kosong. Belum ada instruksi yang dapat dieksekusi oleh prosesor. Oleh karena itu, prosesor dirancang untuk selalu mencari alamat tertentu di BIOS ( Basic Input Output System) ROM. Pada alamat tersebut, terdapat sebuah instruksi jump yang menuju kealamat eksekusi awal BIOS. Setelah itu, prosesor menjalankan Power On Self Test(POST), yaitu memeriksa kondisi hardware yang terhubung pada komputer.
  2. Setelah itu, BIOS mencari Video Card. Secara khusus dia mencari BIOS milik Video Card. Kemudian sistem BIOS menjalankan Video Card BIOS. Barulah sesudah itu, Video Card di inisalisasi.
  3. Kemudian BIOS memeriksa ROM pada hardware yang lain, apakah memiliki BIOS yang tersediri apakah tidak. Jika ya, maka akan dieksekusi juga.
  4. Lalu BIOS melakukan pemeriksaan lagi, misalnya memeriksa besar memori dan jenis memori. Lebih lanjut lagi, dia memeriksa hardware yang lain, seperti disk. Lalu dia mencari disk dimana proses boot bisa dilakukan, yaitu mencari boot sector. Boot sector ini bisa berada di hard disk, atau floppy disk.

Pada windows, proses start up booting dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. MBR (Master Boot Record) adalah sebuah program yang sangat kecil yang terdapat pada sector pertama hardisk, MBR kemudian me-load suatu program bernama NTLDR ke dalam memori.
  2. NTLDR kemudian memindahkan komputer ke “flat memory model” (bypassing the 640KB memory restrictions placed on PCs) kemudian membaca file BOOT.INI.
  3. Jika komputer mempunyai beberapa partisi yang bootable, NTLDR akan menggunakan informasi yang terdapat pada file BOOT.INI untuk menampilkan pilihan boot, apabila hanya terinstall windows xp saja maka tampilan menu akan dilewati dan windows akan me-load windows xp.
  4. Sebelum meload windows xp, NTLDR membuka program lain ke dalam memory yang disebut NDETEC.COM. File ini melakukan pengecekan semua hardware yang terdapat pada komputer. Setelah semua hardware ditemukan, NDTECT.COM memberikan kembali informasi tersebut ke NTLDR.
  5. NTLDR kemudian berusaha me-load versi Windows XP yang dipilih pada step 3. Hal ini dilakukan dengan menemukan file NTOSKRNL pada folder System32 yang terdapat pada directory windows xp . NTOSKRNL adalah program utama pada system operasi windows yaitu sebuah “kernel” Setelah kernel tersebut di-load ke memory, NTLDR passes control of the boot process to the kernel and to another file named HAL.DLL. HAL.DLL controls Windows’ famous hardware abstraction layer (HAL).
  6. NTOSKRNL kemudia menangani proses boot selanjutnya. Langkah pertama adalah meload beberapa “low-level system drivers”. Kemudian NTOSKRNL me-load semua file-file yang dibutuhkan untuk membuat “core” sistem operasi windows xp.
  7. Kemudian, Windows akan memverifikasi apakah terdapat lebih dari satu konfigurasi hardware profile pada komputer, kalau terdapat lebih dari satu hardware profile windows akan menampilkan menu pilihan, tetapi apabila hanya terdapat satu profile maka windows akan langsung me-load default profile.
  8. Sesudah windows mengenali hardware profile yang digunakan, windows kemudian me-load semua device driver untuk semua hardware yang terdapat pada komputer, Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “Welcome To Windows XP boot screen”.
  9. Terakhir windows menjalankan semua service yang dijadwalkan secara otomatis. Pada saat ini tampilan monitor menampilkan “logon screen”.

Dan berdasarkan prosesnya, booting dapat dikenali dengan beberapa jenis, yaitu:
  1. Cold Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer dalam keadaan mati. Cold boot dilakukan dengan cara menghidupkan komputer dengan menekan tombol switch power. Booting dingin mendaur ulang akses memori acak komputer sekaligus juga menghapus virus-virus yang mungkin berada dalam memori sebelumnya.
  2. Warm Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang terjadi pada saat komputer dialiri listrik kembali dan listrik dimatikan hanya sejenak. Dengan tujuan mengulang kembali proses komputer dari awal. Warm Boot ini biasanya terjadi disebabkan oleh software crash atau terjadi pengaturan ulang dari sistem. Atau Warm boot bisa juga diartikan mengaktifkan kembali tanpa harus dimatikan terlebih dahulu, misalnya dengan menekan tombol reset, atau memencet sekaligus tombol CTRL+ALT+DEL pada sistem operasi Disk Operating System (DOS). Me-restart komputer dengan menekan Ctrl+Alt+Del atau melakukan shutdown dan restart. Booting panas ini dapat dideteksi dan dimanipulasi oleh virus.
  3. Soft Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dikendalikan melalui sistem.
  4. Hard Boot → Boot (proses menghidupkan komputer) yang dilakukan dengan cara dipaksa.
  5. ReBoot → Peristiwa mengulang kembali sistem dari awal. reBoot dilakukan oleh beberapa hal, antara lain seperti sistem tidak bereaksi dalam beberapa lama, atau terjadi perubahan setting dalam sistem.

Peranan Penting BIOS

Istilah BIOS (Basic Input Output System ) pertama kali muncul dalam sistem operasi CP/M yang merupakan salah datu bagian dari CP/M yang dimuat pada saat proses booting dimulai. BIOS berhadapan langsung dengan perangkat keras (beberapa mesin yang menjalankan CP/M memiliki boot loader sederhana dalam ROM). Kebanyakan, versi DOS memiliki sebuah berkas yang disebut “IBMBIO.COM” (IBM PC-DOS) atau “IO.SYS” (MS-DOS) yang berfungsi sama seperti halnya CP/M disk BIOS.

BIOS menyediakan komunikasi antarmuka tingkat rendah, dan dapat mengendalikan banyak jenis perangkat keras (seperti keyboard). Karena kedekatannya dengan perangkat keras, BIOS umumnya dibuat dengan menggunakan bahasa rakitan (assembly) yang digunakan oleh mesin yang bersangkutan.

BIOS dalam sistem komputerIBM PC atau kompatibelnya (komputer yang berbasis keluarga prosesorIntel x86) merujuk kepada kumpulan rutin perangkat lunak yang mampu melakukan hal-hal berikut:

  1. Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST).
  2. Memuat dan menjalankan sistem operasi.
  3. Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal,waktu,konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer).
  4. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturanperangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
0

Perbedaan i386, i486, i586, i686, AMD64

Mungkin kamu tahu bahwa komputer hanya bisa baca machine code (atau binary). Tapi orang biasanya membuat program di komputer language tingkat tinggi (kayak C, C++). Untuk merubah programming language ke computer language, ada proses yang namanya compilation. Compilation hanya bisa dilakukan ke sebuah architecture yang spesifik (x86, PowerPC, Itanium, Alpha, dll). Binary yang dibuat di sebuah architecture tidak bisa dijalankan di architecture yang lain. Makannya Linux buat PC biasa (x86) tidak bisa dijalankan di Macintosh (PowerPC).

Nah, x86 architecture sebetulnya ada perubahan dari jamannya 8086 ke Pentium 4 atau Athlon 64. Namun, mereka tetap backward compatible, sehingga program2 lama bisa dijalankan di PC baru. Architecture i386 itu ada bedanya dengan i486, yang juga beda dengan architecture i586 (Pentium) yang juga beda dengan i686 (Pentium Pro ke atas). Apabila sebuah program di compile untuk architecture yang lebih rendah, program itu akan berjalan di PC yang architecturenya lebih tinggi. Namun, tidak sebaliknya. Program yang dicompile di architecture yang lebih tinggi tidak akan berjalan di PC yang architecturenya lebih rendah. Ini juga mengapa Linux untuk architecture x86 bisa berjalan di komputer berbasis x86_64 seperti Athlon 64 atau Pentium 4-EMT, namun tidak sebaliknya.

Orang2 mengcompile ke architecture yang lebih tinggi untuk memanfaatkan optimisasi dari architecture tersebut. Di komputer yang sama, sebuah program akan berjalan lebih cepat apabila di compile di architecture i586 daripada architecture i386 (kalo nggak salah kira2 15-20%). Namun perbedaan antara i586 dan i686 tidak begitu banyak (kira2 5% saja kalo nggak salah). Sekarang kebanyakan Linux compile ke architecture i586 karena mana ada sih yang masih pake 386 atau 486 untuk komputer sehari-hari (bukan untuk tujuan khusus yah). Ada beberapa distro yang compile ke architecture i686, namun bisa dihitung dengan jari (setahu saya cuman Yoper).

Komputer sekarang yang banyak beredar adalah arsitektur i586 - i686 (Pentium 4, Athlon XP, Sempron, Celeron, Pentium III)
Mengenai arsitektur i686, ada juga SuSe 9.3 prof yang di built untuk arsitektur i686.

Beberapa populer yang termasuk dlm keluarga x86 :

# i386 #
Original Intel's i386 CPU.

# i486 #
Intel's i486 CPU. (No scheduling)

# i586 / pentium #
Intel Pentium Classic CPU (no MMX support)

# pentium-mmx #
Intel Pentium Classic core with MMX instruction set support

# i686 / pentiumpro #
Intel PentiumPro CPU

# pentium2 #
Intel Pentium2 CPU based on PentiumPro core with MMX instruction set support

# pentium3 / pentium3m #
Intel Pentium3 CPU based on PentiumPro core with MMX and SSE instruction set support

# pentium-m #
Low power version of Intel Pentium3 CPU with MMX, SSE and SSE2 instruction set support (Centrino notebooks)

# pentium4 / pentium4m #
Intel Pentium4 CPU with MMX, SSE and SSE2 instruction set support

# prescott #
Improved version of Intel Pentium4 CPU with MMX, SSE, SSE2 and SSE3 instruction set support

# nocona #
Improved version of Intel Pentium4 CPU with 64-bit extensions, MMX, SSE, SSE2 and SSE3 instruction set support

# k6 #
AMD K6 CPU with MMX instruction set support

# k6-2 / k6-3 #
Improved versions of AMD K6 CPU with MMX and 3dNOW! instruction set support

# athlon / athlon-tbird #
AMD Athlon CPU with MMX, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and SSE prefetch instructions support

# athlon-4 / athlon-xp / athlon-mp #
Improved AMD Athlon CPU with MMX, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and full SSE instruction set support.

# k8 / opteron / athlon64 / athlon-fx #
AMD K8 core based CPUs with x86-64 instruction set support
(which are supersets MMX, SSE, SSE2, 3dNOW!, enhanced 3dNOW! and 64-bit instruction set extensions.)

# winchip-c6 #
IDT Winchip C6 CPU, dealt in same way as i486 with additional MMX instruction set support.

# winchip2 #
IDT Winchip2 CPU, dealt in same way as i486 with additional MMX and 3dNOW! instruction set support.

# c3 #
Via C3 CPU with MMX and 3dNOW! instruction set support (No scheduling is implemented for this chip)

# c3-2 #
Via C3-2 CPU with MMX and SSE instruction set support (No scheduling is implemented for this chip)

# x86-64 #
AMD64 atau x86-64 atau x64 adalah prosesor dengan arsitektur 64-bit yang diciptakan (invented) oleh AMD merupakan superset dari arsitektur x86 dan juga didukung secara native. Set instruksi AMD64 saat ini digunakan di prosesor tipe Athlon 64, Athlon 64 FX, dan Opteron.

Intel kemudian merilis salinan arsitektur AMD64 yang diimplementasikan di Xeon generasi baru dan prosesor Pentium 4 F kemudian ganti nama rebranding menjadi EM64T. Intel juga menambahkan beberapa instruksi di EM64T terutama untuk menangani teknologi Hyperthreading.
Set instruksi AMD's x86-64 atau AMD64 merupakan usaha ambisius untuk membersihkan dan mengupdate arsitektur Intel x86-32 ke format yang lebih dekat dengan leading edge 64 bit RISC environments. Dirk Meyer adalah salah satu original co-architects dari DEC Alpha 64 bit chip disebutkan berperan dalam pembuatan spesifikasi AMD64.
0

Perbedaan 32 bit dan 64 bit

Pertama saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu bit. Dalam sistem komputer, jumlah bit dalam prosesor menunjukkan ukuran data yang dialirkan dan kapasitas dari registry — database yang digunakan untuk menyimpan informasi komputer. Jadi 1 bit itu terdiri dari dua nilai komputasi, yakni 1 dan 0. Berarti prosesor 32-bit bisa menampung 64 nilai komputasi. Sedangkan prosesor 64-bit bisa menampung hingga 256 nilai komputasi, yang artinya 4 kali lebih banyak.

Prosesor dengan arsitektur 64-bit bukanlah teknologi baru. Prosesor pada komputer desktop maupun laptop dengan sistem operasi Windows, Linux, atau OS X telah lama mengadaptasi teknologi ini. AMD Athlon64 merupakan prosesor 64-bit pertama yang dirilis ke pasaran pada tahun 2003 silam. Setelah itu mulai bermunculan banyak prosesor dan berlanjut ke sistem operasi dengan arsitektur 64-bit.

Kemudian pada tahun 2013 baru merambah perangkat-perangkat mobile, dimana iPhone 5s dari Apple menjadi smartphone pertama yang menggunakan prosesor 64-bit. Setahun kemudian Google mengumumkan bahwa Android 5.0 Lollipop juga mendukung arsitektur 64-bit. Hingga tiba di tahun 2015, pada ajang Consumer Electronics Show (CES), sebagian besar smartphone yang diperkenalkan telah menggunakan prosesor 64-bit.

Teknologi baru tentunya akan memberikan manfaat dan inovasi baru yang akan dirasakan penggunanya. Berikut adalah beberapa kelebihan yang diberikan oleh prosesor 64-bit dari sisi memori, performa, dan aplikasi:

Memori: Kapasitas memori merupakan salah satu faktor utama kenapa teknologi 64-bit dikembangkan. Pasalnya prosesor 32-bit hanya mendukung memori dengan kapasitas maksimal hingga 4GB. Hal ini bisa terjadi sesuai dengan perhitungan 2^32 sama dengan 4,2 miliar byte atau setara dengan 4GB. Sedangkan dengan prosesor 64-bit, secara teori, dengan perhitungan yang sama 2^64 sama dengan 16 exabyte atau setara dengan 16 miliar byte.

Performa: Walaupun tidak bisa dirasakan secara langsung, performa prosesor 64-bit jauh lebih baik dibandingkan prosesor 32-bit. Sebagai contoh, sebuah proses memerlukan nilai komputasi sebesar 128 bit. Dengan prosesor 32-bit, proses tersebut akan diselesaikan dengan dua kali putaran — mengingat prosesor 32-bit bisa menampung 64 nilai komputasi. Sedangkan dengan prosesor 64-bit proses itu bisa diselesaikan hanya dengan satu kali putaran, karena prosesor 64-bit bisa menampung 256 nilai komputasi.

Aplikasi: Kelebihan prosesor 64-bit dari sisi aplikasi adalah bisa menjalankan aplikasi yang dibuat dengan arsitektur 32-bit maupun 64-bit itu sendiri. Lain halnya dengan prosesor 32-bit yang hanya bisa menjalankan aplikasi atau software 32-bit saja. Selain itu mengingat arsitektur 64-bit mendukung memori yang besar, maka ke depannya smartphone yang menggunakan prosesor ini bisa menjalankan aplikasi yang memerlukan kapasitas memori yang besar.

Tidak hanya mempunyai kelebihan, prosesor 64-bit juga memiliki kekurangan sebagai berikut:

Memori: Prosesor 64-bit memang mendukung kapasitas RAM besar. Tapi kapasitas tersebut, hanya bisa dinikmati apabila Anda menjalankan atau memerlukan aplikasi-aplikasi yang memakan banyak memori dan hal itu sangat jarang ditemukan pada aplikasi mobile. Rata-rata aplikasi mobile memerlukan kapasitas RAM di bawah 100 MB, kecuali game HD yang sebagian besar memakan banyak RAM. Selain itu, rata-rata smartphone kelas menengah sekarang memiliki RAM 2GB hingga 3GB dan itu sudah lebih dari cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti membuka aplikasi media sosial atau bahkan bermain game HD.

Performa: Kemampuan prosesor 64-bit bisa dibilang tidak bisa dinikmati secara langsung. Pasalnya sebagian besar aplikasi mobile masih dibuat dengan arsitektur 32-bit sehingga kemampuan prosesor 64-bit tidak terpakai semuanya. Tapi untungnya sekarang beberapa aplikasi bisa mendukung 32-bit dan 64-bit sekaligus. Jadi dalam beberapa bulan atau tahun ke depan akan mulai banyak aplikasi mobile yang mendukung kedua arsitektur tersebut.

Aplikasi: Selain sebagian besar aplikasi masih dibuat dengan arsitektur 32-bit. Banyak aplikasi tidak memerlukan kemampuan arsitektur 64-bit, seperti memerlukan kapasitas RAM lebih dari 4GB. Bahkan terkadang aplikasi 64-bit berjalan lebih lambat dibandingkan 32-bit, karena aplikasi tersebut harus memakai semua alokasi bit yang dimiliki prosesor 64-bit. Masalah lainnya adalah aplikasi 64-bit biasanya memiliki ukuran dua kali lipat dari aplikasi 32-bit.

Tahun 2015 bisa dibilang merupakan era transisi arsitektur prosesor mobile dari 32-bit menjadi 64-bit. Dimana produsen-produsen smartphone berlomba-lomba meluncurkan perangkat dengan embel-embel 64-bit. Walaupun dalam kenyataan hal itu tidak bisa dirasakan secara langsung dan tidak banyak aplikasi yang dibuat dengan arsitektur tersebut.

Di lain sisi prosesor 64-bit telah membuka inovasi dan tren baru, seperti smartphone yang dilengkapi RAM 4GB, penggunaan energi yang lebih efisien, dan tentunya peforma yang lebih cepat dan lebih stabil.
0

TCP / IP

Suit protokol internet merupakan model jaringan komputer dan rangkaian protokol komunikasi yang digunakan di internet dan jaringan komputer yang mirip. Ia dikenal denganTCP/IP (singkatan dari Transmission Control Protocol/Internet Protocol) yang diterjemahkan menjadi Protokol Kendali Transmisi/Protokol Internet, yang merupakan gabungan dari protokol TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. Protokol ini tidaklah dapat berdiri sendiri, karena memang protokol ini berupa kumpulan protokol (protocol suite). Protokol ini juga merupakan protokol yang paling banyak digunakan saat ini, karena protokol ini mampu bekerja dan diterapkan pada lintas perangkat lunak dalam berbagai sistem operasi Istilah yang diberikan kepada perangkat lunak ini adalah TCP/IP stack.

Protokol TCP/IP dikembangkan pada akhir dekade 1970-an hingga awal 1980-an sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). TCP/IP merupakan sebuah standar jaringan terbuka yang bersifat independen terhadap mekanisme transport jaringan fisik yang digunakan, sehingga dapat digunakan di mana saja. Protokol ini menggunakan skema pengalamatan yang sederhana yang disebut sebagai alamat IP (IP Address) yang mengizinkan hingga beberapa ratus juta komputer untuk dapat saling berhubungan satu sama lainnya di Internet. Protokol ini juga bersifat routable yang berarti protokol ini cocok untuk menghubungkan sistem-sistem berbeda (seperti Microsoft Windows dan keluarga UNIX) untuk membentuk jaringan yang heterogen.

Protokol TCP/IP selalu berevolusi seiring dengan waktu, mengingat semakin banyaknya kebutuhan terhadap jaringan komputer dan Internet. Pengembangan ini dilakukan oleh beberapa badan, seperti halnya Internet Society (ISOC), Internet Architecture Board (IAB), dan Internet Engineering Task Force (IETF).  Macam-macam protokol yang berjalan di atas TCP/IP, skema pengalamatan, dan konsep TCP/IP didefinisikan dalam dokumen yang disebut sebagai Request for Comments (RFC) yang dikeluarkan oleh IETF.
0